kisah teladan nabi muhammad saw dan
khasiat ayat kursi Inilah Kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang bersumber dari
hadits Bukhari. Tentang dahsyatnya khasiat Ayat Kursi. Tentang rahasia yang
dibeberkan oleh setan menjelang tidur. Mari kita mempraktekkan resep yang ada
dalam kisah teladan Nabi Muhammad yang kurang lebih diriwayatkan dalam hadits
Bukhari seperti berikut ini…
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah
SAW mewakilkan tugas untuk menjaga zakat fitrah Ramadhan kepadaku, kemudian ada
seseorang mendekatiku lalu dengan bergegas dia mengambil satu genggam makanan
yang dijaga itu. Dan aku pun dengan cepat menangkapnya dan aku katakan
bahwasanya aku tidak segan mengadukan perkara ini kepada Rasulullah SAW.
Maka dia pun mengeluh, tuturnya:
“Saya ini orang miskin yang memiliki banyak beban keluarga, dan saya amat
memerlukannya.” Lalu aku lepaskan dia. Pada pagi harinya saya menemua Rasul
SAW, dan sabda beliau : “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan tawananmu tadi
malam? Jawab saya : “Dia mengeluh bahwasanya dia melarat, sampai saya tak
sampai hati, maka saya lepaskan dia. Sabdanya (Rasulullah): “Dia membohongimu,
dan malam nanti dia akan mendatangimu kembali
Lanjutan kisah teladan Nabi Muhammad
SAW
Alkisah, saya menjaganya makin
ketat, sebab beliau (Nabi Muhammad SAW), memberitahu bahwa dia hendak
mendatangiku kembali. Ternyata betul, dia hadir dan mengambil satu genggam
lagi. Kemudian saya tangkap dia, dan saya katakan perihal ini akan diadukan
pada Rasulullah SAW.
kisah teladan nabi muhammad sawDia
menjawab sama seperti pada malam pertama, dan dia janji untuk tidak
mengulanginya. Karena jawabnya itu, maka saya lepaskan dia. Dan pada pagi
harinya beliau Nabi Muhammad SAW, menegur tindakan saya tadi malam (partanyaan
dan jawaban sama dengan pada malam pertama).
Pada malam ke-3 saya lebih
mengetatkan penjagaan, dan ternyata dia hadir kembali mendekati saya, dan
melakukan seperti malam-malam sebelum itu. Saya mengatakan padanya : “Ini sudah
malam yang ke-3 anda telah berjanji untuk tidak lagi mengulanginya, mengpa anda
kau kembali lagi?
Jawabannya: “Lepasakan saya, dan
saya berjanji mau mengajarkan kepada engkau kalimat yang dapat engkau ambil
manfaatnya. Tanya saya: “Apa yang dimaksud?”
Jawabannya : “Ketika mau tidur baca
olehmu ayat kursi, pasti engkau dijaga selalu oleh Allah, dan setan tiada
menghampirimu hingga pagi. Lalu saya lepasakan dia, dan pada pagi hari beliau
Nabi SAW, kembali bertanya : “Apa yang dilakukan tawananmu tadi malam? Jawab
saya : “Dia mengajarkan beberapa kalimat kepada saya, katanya dapat diambil
manfaat bagi saya, sampai saya melepasakan dia.
Tanya beliau Nabi Muhammad SAW :
“Kalimat apakah itu? Jawab saya : “Dia mengatakan, bila engkau tidur, baca AYAT
KURSI, pasti engkau akan selalu dijaga oleh Allah dan setan tiada menghampiri
engkau sampai pagi. Lalu beliau bersabda
: “Dia berkata benar, padahal biasanya dia bohong. Tahukah kamu siapa ia? Jawab
saya : “Tidak tahu.” Kemudian beliau
bersabda : “Itu adalah setan.” (HR Bukhari)
Kisah Kehidupan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan Para
Sahabat رضي الله عنهم
Dan orang-orang yang terdahulu; yang
mula-mula dari orang-orang “Muhajirin” dan “Ansar” (berhijrah dan memberi
bantuan), dan orang-orang yang menurut (jejak langkah) mereka dengan kebaikan
(iman dan taat), Allah reda kepada mereka dan mereka pula reda kepada Nya,
serta Dia menyediakan untuk mereka syurga-syurga yang mengalir di bawahnya
beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; itulah kemenangan
yang besar. (Surah At-Taubah, Ayat 100)
Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa
Rasulullah s.a.w telah bersabda: "Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian
beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling menyayangi antara satu sama
lain. Mahukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan
niscaya kalian akan saling menyayangi antara satu sama lain? Sebarkanlah salam
sebanyak-banyaknya diantara kalian" - (Muslim)
Sifat-Sifat Nabi Muhammad SAW
Fizikal Nabi
Telah dikeluarkan oleh Ya'kub bin
Sufyan Al-Faswi dari Al-Hasan bin Ali ra. katanya: Pernah aku menanyai pamanku
(dari sebelah ibu) Hind bin Abu Halah, dan aku tahu baginda memang sangat
pandai mensifatkan perilaku Rasulullah SAW, padahal aku ingin sekali untuk
disifatkan kepadaku sesuatu dari sifat beliau yang dapat aku mencontohinya,
maka dia berkata:
Adalah Rasulullah SAW itu seorang
yang agung yang senantiasa diagungkan, wajahnya berseri-seri layak bulan di
malam purnamanya, tingginya cukup tidak terialu ketara, juga tidak terlalu
pendek, dadanya bidang, rambutnya selalu rapi antara lurus dan bergelombang,
dan memanjang hingga ke tepi telinganya, lebat, warnanya hitam, dahinya luas, alisnya
lentik halus terpisah di antara keduanya, yang bila baginda marah kelihatannya
seperti bercantum, hidungnya mancung, kelihatan memancar cahaya ke atasnya,
janggutnya lebat, kedua belah matanya hitam, kedua pipinya lembut dan halus,
mulutnya tebal, giginya putih bersih dan jarang-jarang, di dadanya tumbuh
bulu-bulu yang halus, tengkuknya memanjang, berbentuk sederhana, berbadan besar
lagi tegap, rata antara perutnya dan dadanya, luas dadanya, lebar antara kedua
bahunya, tulang belakangnya besar, kulitnya bersih, antara dadanya dan pusatnya
dipenuhi oleh bulu-bulu yang halus, pada kedua teteknya dan perutnya bersih
dari bulu, sedang pada kedua lengannya dan bahunya dan di atas dadanya berbulu
pula, lengannya panjang, telapak tangannya lebar, halus tulangnya, jari telapak
kedua tangan dan kakinya tebal berisi daging, panjang ujung jarinya, rongga
telapak kakinya tidak menyentuh tanah apabila baginda berjalan, dan telapak
kakinya lembut serta licin tidak ada lipatan, tinggi seolah-olah air sedang
memancar daripadanya, bila diangkat kakinya diangkatnya dengan lembut (tidak
seperti jalannya orang menyombongkan diri), melangkah satu-satu dan
perlahan-lahan, langkahnya panjang-panjang seperti orang yang melangkah atas
jurang, bila menoleh dengan semua badannya, pandangannya sering ke bumi,
kelihatan baginda lebih banyak melihat ke arah bumi daripada melihat ke atas
langit, jarang baginda memerhatikan sesuatu dengan terlalu lama, selalu
berjalan beriringan dengan sahabat-sahabatnya, selalu memulakan salam kepada siapa
yang ditemuinya.
Kebiasaan Nabi
Kataku pula: Sifatkanlah kepadaku
mengenai kebiasaannya!Jawab pamanku: Adalah Rasulullah SAW itu kelihatannya
seperti orang yang selalu bersedih, senantiasa banyak berfikir, tidak pernah
beristirshat panjang, tidak berbicara bila tidak ada keperluan, banyak diamnya,
memulakan bicara dan menghabiskannya dengan sepenuh mulutnva, kata-katanya
penuh mutiara mauti manikam, satu-satu kalimatnya, tidak berlebih-lebihan atau
berkurang-kurangan, lemah lembut tidak terlalu kasar atau menghina diri,
senantiasa membesarkan nikmat walaupun kecil, tidak pernah mencela nikmat apa
pun atau terlalu memujinya, tiada seorang dapat meredakan marahnya, apabila
sesuatu dari kebenaran dihinakan sehingga dia dapat membelanya. Dalam riwayat
lain, dikatakan bahwa baginda menjadi marah kerana sesuatu urusan dunia atau
apa-apa yang bertalian dengannya, tetapi apabila baginda melihat kebenaran itu
dihinakan, tiada seorang yang dapat melebihi marahnya, sehingga baginda dapat
membela kerananya. Baginda tidak pernah marah untuk dirinya, atau membela
sesuatu untuk kepentingan dirinya, bila mengisyarat diisyaratkan dengan semua
telapak tangannya, dan bila baginda merasa takjub dibalikkan telapak tangannya,
dan bila berbicara dikumpulkan tangannya dengan menumpukan telapak tangannya
yang kanan pada ibu jari tangan kirinya, dan bila baginda marah baginda terus
berpaling dari arah yang menyebabkan ia marah, dan bila baginda gembira
dipejamkan matanya, kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan bila baginda
ketawa, baginda ketawa seperti embun yang dingin. Berkata Al-Hasan lagi: Semua
sifat-sifat ini aku simpan dalam diriku lama juga. Kemudian aku berbicara
mengenainya kepada Al-Husain bin Ali, dan aku dapati ianya sudah terlebih
dahulu menanyakan pamanku tentang apa yang aku tanyakan itu. Dan dia juga telah
menanyakan ayahku (Ali bin Abu Thalib ra.) tentang cara keluar baginda dan
masuk baginda, tentang cara duduknya, malah tentang segala sesuatu mengenai
Rasulullah SAW itu.
Rumah Nabi
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Aku juga
pernah menanyakan ayahku tentang masuknya Rasulullah SAW lalu dia menjawab:
Masuknya ke dalam rumahnya bila sudah diizinkan khusus baginya, dan apabila
baginda berada di dalam rumahnya dibagikan masanya tiga bagian. Satu bagian
khusus untuk Allah ta'ala, satu bagian untuk isteri-isterinya, dan satu bagian
lagi untuk dirinya sendiri. Kemudian dijadikan bagian untuk dirinya itu
terpenuh dengan urusan di antaranya dengan manusia, dihabiskan waktunya itu
untuk melayani semua orang yang awam maupun yang khusus, tiada seorang pun
dibedakan dari yang lain. Di antara tabiatnya ketika melayani ummat, baginda
selalu memberikan perhatiannya kepada orang-orang yang terutama untuk
dididiknya, dilayani mereka menurut kelebihan diri masing-masing dalam agama.
Ada yang keperluannya satu ada yang dua, dan ada yang lebih dari itu, maka
baginda akan duduk dengan mereka dan melayani semua urusan mereka yang
berkaitan dengan diri mereka sendiri dan kepentingan ummat secara umum, coba
menunjuki mereka apa yang perlu dan memberitahu mereka apa yang patut dilakukan
untuk kepentingan semua orang dengan mengingatkan pula: "Hendaklah siapa
yang hadir menyampaikan kepada siapa yang tidak hadir. Jangan lupa menyampaikan
kepadaku keperluan orang yang tidak dapat menyampaikannya sendiri, sebab
sesiapa yang menyampaikan keperluan orang yang tidak dapat menyampaikan
keperluannya sendiri kepada seorang penguasa, niscaya Allah SWT akan menetapkan
kedua tumitnya di hari kiamat", tiada disebutkan di situ hanya hal-hal
yang seumpama itu saja. Baginda tidak menerima dari bicara yang lain kecuali
sesuatu untuk maslahat ummatnya. Mereka datang kepadanya sebagai orang-orang
yang berziarah, namun mereka tiada meninggalkan tempat melainkan dengan berisi.
Dalam riwayat lain mereka tiada berpisah melainkan sesudah mengumpul banyak
faedah, dan mereka keluar dari majelisnya sebagai orang yang ahli dalam
hal-ihwal agamanya.
Luaran Nabi
Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Kemudian
saya bertanya tentang keadaannya di luar, dan apa yang dibuatnya? Jawabnya:
Adalah Rasulullah SAW ketika di luar, senantiasa mengunci lidahnya, kecuali
jika memang ada kepentingan untuk ummatnya. Baginda selalu beramah-tamah kepada
mereka, dan tidak kasar dalam bicaranya. Baginda senantiasa memuliakan ketua
setiap suku dan kaum dan meletakkan masing-masing di tempatnya yang layak.
Kadang-kadang baginda mengingatkan orang ramai, tetapi baginda senantiasa
menjaga hati mereka agar tidak dinampakkan pada mereka selain mukanya yang
manis dan akhlaknya yang mulia. Baginda selalu menanyakan sahabat-sahabatnya
bila mereka tidak datang, dan selalu bertanyakan berita orang ramai dan apa
yang ditanggunginya. Mana yang baik dipuji dan dianjurkan, dan mana yang buruk
dicela dan dicegahkan. Baginda senantiasa bersikap pertengahan dalam segala perkara,
tidak banyak membantah, tidak pernah lalai supaya mereka juga tidak suka lalai
atau menyeleweng, semua perkaranya baik dan terjaga, tidak pernah meremehkan
atau menyeleweng dari kebenaran, orang-orang yang senantiasa mendampinginya
ialah orang-orang paling baik kelakuannya, yang dipandang utama di sampingnya,
yang paling banyak dapat memberi nasihat, yang paling tinggi kedudukannya, yang
paling bersedia untuk berkorban dan membantu dalam apa keadaan sekalipun.
Majlis Nabi
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya lalu
bertanya pula tentang majelis Nabi SAW dan bagaimana caranya ? Jawabnya: Bahwa
Rasulullah SAW tidak duduk dalam sesuatu majelis, atau bangun daripadanya,
melainkan baginda berzikir kepada Allah SWT baginda tidak pernah memilih tempat
yang tertentu, dan melarang orang meminta ditempatkan di suatu tempat yang
tertentu. Apabila baginda sampai kepada sesuatu tempat, di situlah baginda
duduk sehingga selesai majelis itu dan baginda menyuruh membuat seperti itu.
Bila berhadapan dengan orang ramai diberikan pandangannya kepada semua orang
dengan sama rata, sehingga orang-orang yang berada di majelisnya itu merasa
tiada seorang pun yang diberikan penghormatan lebih darinya. Bila ada orang
yang datang kepadanya kerana sesuatu keperluan, atau sesuatu masliahat, baginda
terus melayaninya dengan penuh kesabaran hinggalah orang itu bangun dan
kembali. Baginda tidak pernah menghampakan orang yang meminta daripadanya
sesuatu keperluan, jika ada diberikan kepadanya, dan jika tidak ada dijawabnya
dengan kata-kata yang tidak mengecewakan hatinya. Budipekertinya sangat baik,
dan perilakunya sungguh bijak. Baginda dianggap semua orang seperti ayah, dan
mereka dipandang di sisinya semuanya sama dalam hal kebenaran, tidak berat
sebelah. Majelisnya semuanya ramah-tamah, segan-silu, sabar menunggu, amanah,
tidak pemah terdengar suara yang tinggi, tidak dibuat padanya segala yang
dilarangi, tidak disebut yang jijik dan buruk, semua orang sama kecuali dengan
kelebihan taqwa, semuanya merendah diri, yang tua dihormati yang muda, dan yang
muda dirahmati yang tua, yang perlu selalu diutamakan, yang asing selalu
didahulukan.
Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya pun
lalu menanyakan tentang kelakuan Rasulullah SAW pada orang-orang yang selalu
duduk-duduk bersama-sama dengannya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW selalu
periang orangnya, pekertinya mudah dilayan, seialu berlemah-lembut, tidak keras
atau bengis, tidak kasar atau suka berteriak-teriak, kata-katanya tidak kotor,
tidak banyak bergurau atau beromong kosong segera melupakan apa yang tiada
disukainya, tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadanya, tidak suka
menjadikan orang berputus asa. Sangat jelas dalam perilakunya tiga perkara yang
berikut. Baginda tidak suka mencela orang dan memburukkannya. Baginda tidak
suka mencari-cari keaiban orang dan tidak berbicara mengenai seseorang kecuali
yang mendatangkan faedah dan menghasilkan pahala. Apabila baginda berbicara,
semua orang yang berada dalam majelisnya memperhatikannya dengan tekun
seolah-olah burung sedang tertengger di atas kepala mereka. Bila baginda
berhenti berbicara, mereka baru mula berbicara, dan bila dia berbicara pula,
semua mereka berdiam seribu basa. Mereka tidak pernah bertengkar di hadapannya.
Baginda tertawa bila dilihatnya mereka tertawa, dan baginda merasa takjub bila
mereka merasa takjub. Baginda selalu bersabar bila didatangi orang badwi yang
seringkali bersifat kasar dan suka mendesak ketika meminta sesuatu daripadanya
tanpa mahu mengalah atau menunggu, sehingga terkadang para sahabatnya merasa
jengkel dan kurang senang, tetapi baginda tetap menyabarkan mereka dengan
berkata: "Jika kamu dapati seseorang yang perlu datang, hendaklah kamu
menolongnya dan jangan menghardiknya!". Baginda juga tidak mengharapkan
pujian daripada siapa yang ditolongnya, dan kalau mereka mau memujinya pun,
baginda tidak menggalakkan untuk berbuat begitu. Baginda tidak pernah memotong
bicara sesiapa pun sehingga orang itu habis berbicara, lalu barulah baginda
berbicara, atau baginda menjauh dari tempat itu.
Diamnya Nabi
Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Saya pun
menanyakan pula tentang diamnya, bagaimana pula keadaannya? Jawabnya: Diam
Rasulullah SAW bergantung kepada mempertimbangkan empat hal, yaitu: Kerana adab
sopan santun, kerana berhati-hati, kerana mempertimbangkan sesuatu di antara manusia,
dan kerana bertafakkur. Adapun sebab pertimbangannya ialah kerana persamaannya
dalam pandangan dan pendengaran di antara manusia. Adapun tentang tafakkurnya
ialah pada apa yang kekal dan yang binasa. Dan terkumpul pula dalam peribadinya
sifat-sifat kesantunan dan kesabaran. Tidak ada sesuatu yang boleh menyebabkan
dia menjadi marah, ataupun menjadikannya membenci. Dan terkumpul dalam
peribadinya sifat berhati-hati dalam empat perkara, iaitu: Suka membuat yang
baik-baik dan melaksanakannya untuk kepentingan ummat dalam hal-ehwal mereka
yang berkaitan dengan dunia mahupun akhirat, agar dapat dicontohi oleh yang
lain. Baginda meninggalkan yang buruk, agar dijauhi dan tidak dibuat oleh yang
lain. Bersungguh-sungguh mencari jalan yang baik untuk maslahat ummatnya, dan
melakukan apa yang dapat mendatangkan manfaat buat ummatnya, baik buat dunia
ataupun buat akhirat.
(Nukilan Thabarani -
Majma'uz-Zawa'id 8:275)
KISAH IBLIS TERPAKSA BERTEMU RASULULLAH SAW
Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:
Ketika kami sedang bersama
Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar
panggilan seseorang dari luar rumah:
"Wahai penghuni rumah, bolehkah
aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku. "
Rasulullah bersabda : "Tahukah
kalian siapa yang memanggil?"
Kami menjawab : "Allah dan
rasulNya yang lebih tahu."
Beliau melanjutkan, "Itu iblis,
laknat Allah bersamanya."
Umar bin Khattab berkata:
"Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah"
Nabi menahannya :" Sabar wahai
Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat?
Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini,
fahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."
Ibnu Abbas RA berkata: Pintu lalu
dibuka, ternyata dia seperti seorang tua yang cacat satu matanya. Di janggutnya
terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring
babi, bibirnya seperti bibir sapi..
Iblis berkata: "Salam untukmu
Muhammad.... Salam untukmu para hadirin..."
Rasulullah SAW lalu menjawab :
"Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?
"
Iblis menjawab : "Wahai
Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun kerana terpaksa."
"Siapa yang memaksamu? "
"Seorang malaikat utusan Allah
mendatangiku dan berkata:
"Allah SWT memerintahkanmu
untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang
caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi
kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan
dirimu debu yang ditiup angin."
"Oleh kerana itu aku sekarang
mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku
akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar
menimpaku daripada cacian musuh."
Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada
Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau
benci?"
Iblis segera menjawab: " Kamu,
kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."
"Siapa selanjutnya? "
"Pemuda yang bertakwa yang
memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."
"Lalu siapa lagi?"
"Orang Alim dan wara'
(Loyal)"
" Lalu siapa lagi?"
"Orang yang selalu
bersuci."
"Siapa lagi?"
"Seorang fakir yang sabar dan
tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain."
"Apa tanda kesabarannya? "
" Wahai Muhammad, jika ia tidak
mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi
pahala orang - orang yang sabar."
"Selanjutnya apa?"
"Orang kaya yang
bersyukur."
"Apa tanda kesyukurannya ?"
"Ia mengambil kekayaannya dari
tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya ."
"Orang seperti apa Abu Bakar
menurutmu?"
"Ia tidak pernah menurutiku di
masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."
"Umar bin Khattab?"
"Demi Allah setiap berjumpa
dengannya aku pasti kabur. "
"Usman bin Affan?"
"Aku malu kepada orang yang
malaikat pun malu kepadanya ."
"Ali bin Abi Thalib?"
" Aku berharap darinya agar
kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia
tak akan mahu melakukan itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap
Allah SWT)
Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis
"Apa yang kau rasakan jika
melihat seseorang dari umatku yang hendak solat?"
"Aku merasa panas dingin dan
gementar. "
"Kenapa?"
"Sebab, setiap seorang hamba
bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 darjat."
"Jika seorang umatku
berpuasa?"
"Tubuhku terasa terikat hingga
ia berbuka ."
"Jika ia berhaji?"
"Aku seperti orang gila. "
"Jika ia membaca
al-Quran?"
"Aku merasa meleleh laksana
timah di atas api."
"Jika ia bersedekah?"
"Itu sama saja orang tersebut
membelah tubuhku dengan gergaji."
"Mengapa jadi begitu? "
"Sebab dalam sedekah ada 4
keuntungan baginya... Iaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai,
sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan
segala macam musibah akan terhalau dari dirinya."
"Apa yang dapat mematahkan
pinggangmu?"
"Suara kuda perang di jalan
Allah."
"Apa yang dapat melelehkan
tubuhmu?"
"Taubat orang yang
bertaubat."
"Apa yang dapat membakar
hatimu?"
"Istighfar di waktu siang dan
malam."
"Apa yang dapat mencoreng
wajahmu?"
"Sedekah yang diam - diam.
"
"Apa yang dapat menusuk
matamu?"
"Solat fajar."
"Apa yang dapat memukul
kepalamu? "
"Solat berjamaah."
"Apa yang paling mengganggumu?
"
"Majlis para ulama."
"Bagaimana cara makanmu?"
"Dengan tangan kiri dan
jariku."
"Dimanakah kau menaungi anak -
anakmu di musim panas?"
"Di bawah kuku manusia."
Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya : "Siapa
temanmu wahai Iblis?"
"Pemakan riba."
"Siapa sahabatmu?"
"Penzina."
"Siapa teman tidurmu?"
"Pemabuk.."
"Siapa tamumu? "
"Pencuri."
"Siapa utusanmu?"
"Tukang sihir."
"Apa yang membuatmu
gembira?"
"Bersumpah dengan cerai."
"Siapa kekasihmu? "
"Orang yang meninggalkan solat
jumaat"
"Siapa manusia yang paling
membahagiakanmu? "
"Orang yang meninggalkan
solatnya dengan sengaja."
Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang
Yang Ikhlas
\Rasulullah SAW lalu bersabda :
"Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan
menyengsarakanmu. "
Iblis segera menimpali :" Tidak
, tidak.. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir.
Bagaimana kau boleh berbahagia dengan umatmu, sementara aku boleh masuk ke
dalam aliran darah mereka dan mereka tak boleh melihatku.
Demi yang menciptakan diriku dan
memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua.
Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang boleh membaca dan tidak boleh membaca,
yang durjana dan yang soleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas."
"Siapa orang yang ikhlas
menurutmu ?"
"Tidakkah kau tahu wahai
Muhammad, bahawa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang
ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak
suka pujian dan sanjungan, aku boleh pastikan bahawa ia orang yang ikhlas, maka
aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan
dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh
padaku."
Iblis Dibantu oleh 70000 anak -
anaknya
Tahukah kamu Muhammad, bahawa aku
mempunyai 70000 anak.. Dan setiap anak memiliki 70000 syaitan.
Sebahagian ada yang aku tugaskan
untuk mengganggu ulama. Sebahagian untuk menggangu anak - anak muda, sebahagian
untuk menganggu orang - orang tua, sebahagian untuk menggangu wanita - wanita
tua, sebahagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi
telinga manusia sehingga ia tidur pada solat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak
akan mengantuk pada waktu solat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan
sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka
tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di
lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia khabarkan kepada
manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang
berjalan, anakku dan syaitan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya
agar setiap orang memandanginya.
Syaitan juga berkata,
"Keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun
menghiasi kukunya.
Mereka, anak - anakku selalu meyusup
dan berubah dari satu tempat ke tempat lainnya, dari satu pintu ke pintu yang
lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah
tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? Bahawa ada
rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit
yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia
berzina, membunuh dan kufur.
Cara Iblis Menggoda
Tahukah kau Muhammad, dusta berasal
dari diriku?
Akulah makhluk pertama yang
berdusta.
Pendusta adalah sahabatku.
Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa
dengan nama Allah bahawa aku benar-benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku.
Ghibah (gosip) dan Namimah (adu
domba) kesenanganku.
Kesaksian palsu kegembiraanku.
Orang yang bersumpah untuk
menceraikan isterinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun
ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata - kata cerai, isterinya
menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi
semua anak - anak zina dan ia masuk neraka hanya kerana satu kalimat, CERAI.
Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka
lalai semasa solat. Setiap ia hendak berdiri untuk solat, aku bisikan padanya
waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan
solat di luar waktu, maka solat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku
biarkan ia solat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu',
Dia pun menoleh. Pada masa itu aku
usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'solatmu tidak
sah'.
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang
yang banyak menoleh dalam solatnya akan dipukul.
Jika ia solat sendirian, aku suruh
dia untuk bergegas. Dia pun solat seperti ayam yang mematuk beras.
Jika dia berhasil mengalahkanku dan
dia solat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga dia mengangkat
kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahawa melakukan itu batal
shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keldai.
Jika dia berhasil mengalahkanku, aku
tiup hidungnya hingga dia menguap dalam solat. Jika ia tidak menutup mulutnya
ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi
bertambah serakah dan gila dunia.
Dan diapun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku
memerintahkan orang miskin agar meninggalkan solat. Aku katakan padanya, 'kamu
tidak wajib solat, solat hanya wajib untuk orang yang berkemampuan dan sihat.
Orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau solat.'
Dia pun mati dalam kekafiran. Jika
dia mati sambil meninggalkan solat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta
Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan
bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?
10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT
"Berapa yang kau pinta dari
Tuhanmu?"
"10 macam"
"Apa saja?"
Aku minta agar Allah membiarkanku
berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.
Allah berfirman, "Berbagilah
dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji
syaitan kecuali tipuan." (QS Al-Isra :64)
Harta yang tidak dizakatkan, aku
makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan
riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku
ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan isterinya tanpa berlindung
dengan Allah, maka syaitan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat
patuh kepada syaitan.
Aku minta agar boleh ikut bersama
dengan orang yang menaiki kenderaan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan
bilik mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan
pasar sebagai masjidk.
Aku minta agar Allah menjadikan
syair sebagai Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan
pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku
saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat
sebagai saudaraku.
Allah berfirman, "Orang - orang
boros adalah saudara - saudara syaitan. " (QS Al-Isra : 27)
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah
membuatku boleh melihat manusia sementara mereka tidak boleh melihatku.
Dan aku minta agar Allah memberiku
kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, "Silakan",
aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebahagian besar manusia
bersamaku di hari kiamat.
Iblis berkata : "Wahai
muhammad, aku tak bolej menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya boleh
membisikan dan menggoda."
Jika aku boleh menyesatkan, tak akan
tersisa seorangpun.
Sebagaimana dirimu, kamu tidak boleh
memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
Jika kau boleh memberi hidayah, tak
akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.
Kau hanya boleh menjadi penyebab
untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang
telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah
orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.
Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
"Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT
" (QS Hud :118 - 119)
Juga membaca, " Sesungguhnya
ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata : " Wahai
Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci
Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga,
dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin
penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan
kepadamu. Dan aku tak berbohong.
Dahsyatnya Suara Rasulullah SAW
Assalamu'alaikum wr. wb
Rasulullah SAW memang memiliki
banyak mukjizat. Hampir semua mukjizat para Nabi berada pada diri Rasulullah
SAW. Salah satu mukjizat Rasul adalah memiliki suara yang cukup dahsyat, bahkan
suara Rasulullah SAW bisa di dengar dari jarak yang jauh sekali.
Pengeras suara juga tidak ada, namun
kok bisa didengar oleh banyak manusia dari jarak yang cukup jauh suara Beliau
itu, sungguh mukjizat yang tiada tara.
Kisahnya
Banyak di antara mukjizat Nabi
Muhammad SAW yang seringkali ditunjukkan kepada para sahabat. Salah satunya
adalah mukjizat Rasulullah SAW yang memiliki suara yang merdu sekali, sehingga
nyaman dan indah didengar oleh telinga.
Seperti halnya penuturan Anas ra
dalam sebuah riwayatnya, Rasulullah SAW bersabda,
"Bahwa Allah tidak mengutus
seorang Nabi melainkan bermuka tampan dan bersuara merdu. Sedangkan Nabimu adalah
yang terbagus raut mukanya dan merdu suaranya,"
(HR. At-Tirmidzi).
Suara Rasulullah SAW ternyata tidak
hanya merdu saja, namun juga memiliki kekuatan suara yang cukup dahsyat
sehingga orang-orang jauh pun bisa mendengar suara beliau.
Banyak Riwayat yang Mengisahkan
Istri Beliau, Rasulullah SAW yang
bernama Aisyah, pernah menceritakan bahwa pada suatu ketika, tepatnya pada hari
Jumat, Rasulullah SAW sedang duduk di atas mimbar di masjid. Ketika itu
Rasulullah SAW bersabda kepada para manusia,
"Duduklah kalian."
Sabda Rasulullah yang demikian itu
ternyata tidak hanya didengar oleh orang-orang yang berada di masjid itu saja,
akan tetapi didengar pula oleh Abdullah bin Rawahah yang pada saat itu sedang
berada di wilayah Bani Graham. Saat itu Abdullah bin Rawahah pun langsung duduk
di tempat yang jaraknya cukup jauh dari masjid itu. Padahal saat itu belum ada
pengeras suara seperti saat ini.
Dalam riwayat lainnya, Abdurrahman
bin Mu'adz yang juga termasuk salah satu sahabat Rasulullah SAW menceritakan
bahwa suatu ketika Rasulullah SAW sedang menceramahi para sahabat-sahabatnya di
Mina.
Rasulullah SAW bersabda,
"Bawalah kerikil untuk
melempar."
Demikian ucap Rasulullah SAW ketika
membimbing para sahabat untuk beribadah.
Sementara itu Abdurrahman sendiri
ketika itu berada jauh dari Rasulullah SAW, namun ia bisa mendengar suara
beliau ketika mengajari para sahabat tentang tata cara beribadah.
Tidak hanya itu, pada suatu ketika,
Bara' bercerita bahwa Rasulullah SAW pernah berceramah kepadanya dan para
sahabat di sekelilingnya. Namun suara Rasulullah SAW ketika itu ternyata mampu
didengar oleh para muslimah yang berada dalam kamar pingitan mereka.
Suara Dapat Didengar dari Jarak
Cukup Jauh
Pengalaman lainnya juga diungkapkan
oleh Ummu Hani. Ia menuturkan bahwa pada suatu malam ketika dirinya sedang
membaringkan punggung di rumahnya. Suasana ketika itu cukup sepi, namun
tiba-tiba ia mendengar suara Rasulullah SAW. Ummu Hani merasa heran, dari itu
ia mencoba mencari-cari Rasulullah SAW di rumahnya. Namun ternyata Rasulullah
SAW tidak ada di rumahnya saat itu.
Pada saat yang bersamaan, ternyata
Rasulullah SAW ketika itu sedang berada di sisi Ka'bah. Sedangkan rumah Ummu
Hani dan Ka'bah memiliki jarak yang cukup jauh sekali.
Ummu Hani menceritakan apa yang
disabdakan Nabi adalah sebagai berikut.
Rasulullah SAW bersabda,
"Wahai orang-orang yang
beriman, dengan lidahnya dan tak memurnikan keimanan dari hatinya, janganlah
kalian memfitnah kaum muslimin dan janganlah kalian mencari-cari cacatnya. Dan
barangsiapa yang cacatnya dicari-cari oleh Allah SWT, maka Dia akan membuka
kejelekan di tengah rumahnya."
Subhanallah...
Ucapan Rasulullah SAW tersebut mampu
menembus dinding pembatas rumah-rumah para penduduk ketika itu. Sehingga banyak
muslimah yang berada di dalam kamarnya juga mampu mendengar apa yang disabdakan
oleh Rasulullah SAW tersebut, termasuk Ummu Hani. Padahal jarak mereka dengan
Rasulullah SAW cukup jauh dan tidak ada pengeras suara.
Subhanallah....